Bangli, Insert Bali – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara keagamaan di Desa Adat Guliang Kangin, Kabupaten Bangli, Minggu (29/3/2026). Kehadiran Giri Prasta tidak hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai krama yang turut ngayah dalam prosesi adat bersama masyarakat setempat.
Ikut Ngayah dalam Rangkaian Upacara Adat
Upacara yang digelar meliputi:
- Mecaru
- Mendem Pedagingan
- Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin
Dalam prosesi tersebut, Giri Prasta mengikuti persembahyangan bersama serta ikut “ngaturang ayah-ayahan” bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.
Soroti Pengorbanan Krama dalam Menjaga Tradisi
Dalam sambutannya, Giri Prasta menekankan besarnya pengorbanan masyarakat adat (krama) dalam menjaga tradisi leluhur Bali. Menurutnya, pelaksanaan yadnya tidak hanya membutuhkan ketulusan spiritual, tetapi juga pengorbanan besar dari sisi:
- Waktu
- Tenaga
- Biaya
“Krama telah berkorban luar biasa dalam menjaga adat dan tradisi,” ujarnya.
Pemerintah Didorong Perkuat Dukungan
Giri Prasta menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat.
Dukungan tersebut dapat berupa:
- Pembangunan infrastruktur pura
- Bantuan biaya upacara (upakara)
- Fasilitas penunjang kegiatan adat
Tujuannya agar masyarakat dapat menjalankan kewajiban spiritual tanpa terbebani secara finansial.
Harapan Jaga Kerukunan dan Kebersamaan
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai lokal seperti sagilik saguluk sabayan taka diharapkan tetap menjadi pedoman dalam membangun harmoni sosial. “Semoga masyarakat hidup rukun dan sejahtera,” harapnya.
Bantuan untuk Krama Desa
Sebagai bentuk dukungan nyata, Giri Prasta menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta kepada krama Desa Adat Guliang Kangin. Sementara itu, Bupati Bangli turut memberikan bantuan sebesar Rp10 juta guna mendukung pelaksanaan upacara.
Perkuat Nilai Adat dan Spiritual Bali
Upacara ini diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga semakin memperkuat nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual masyarakat Bali. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa tradisi leluhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Seniasih Giri Prasta: Peran Orang Tua Kunci Wujudkan Kabupaten Layak Anak di Bali



















