Bangli, Insert Bali -Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama sekaligus peresmian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di Bangli, Senin (23/3/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Nasaruddin Umar yang memberikan pembinaan kepada pegawai serta meresmikan fakultas baru tersebut.
Tonggak Baru Pengembangan Pendidikan di UHN Sugriwa
Rektor UHN Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana, menyampaikan bahwa kehadiran Menag menjadi momentum penting bagi penguatan institusi. Ia menjelaskan, UHN Sugriwa memiliki perjalanan panjang sejak berdiri sebagai Pendidikan Guru Agama Hindu pada 1959, hingga bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2020.
Saat ini, UHN Sugriwa telah:
- Memiliki 4 fakultas, termasuk Saintek
- Mengelola 25 program studi
- Mengantongi akreditasi unggul sejak 2024
- Didukung 246 tenaga pendidik dan 104 tenaga kependidikan
Selain itu, kampus juga tengah memproses pembukaan Fakultas Kedokteran dan Program Profesi Dokter.
Fakultas Saintek: Jawaban Tantangan Zaman
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peresmian Fakultas Saintek bukan sekadar penambahan program studi. Menurutnya, langkah ini merupakan pernyataan ideologis bahwa agama dan sains tidak boleh dipisahkan. “UHN Sugriwa harus menjadi jembatan antara spiritualitas dan ilmu pengetahuan modern,” tegasnya.
Ia menilai konsep Hindu seperti Rta (hukum alam semesta) sangat relevan dengan perkembangan:
- Bioteknologi
- Teknologi informasi
- Ilmu lingkungan
Dorong Lahirnya Ilmuwan Berbasis Nilai Dharma
Menag berharap Fakultas Saintek menjadi pusat lahirnya ilmuwan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter.
Konsep yang diusung adalah:
- Berilmu global
- Berkarakter lokal
- Berjiwa Dharma
Ia juga menekankan pentingnya prinsip Tri Hita Karana sebagai dasar pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Respons Terhadap AI dan Disrupsi Digital
Kehadiran Fakultas Saintek juga menjadi jawaban atas tantangan era digital, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menag mengingatkan bahwa teknologi tanpa etika dapat membawa dampak negatif. Karena itu, UHN Sugriwa diharapkan mampu menghadirkan konsep “Sains yang Berketuhanan”.
Contohnya meliputi:
- Digitalisasi lontar Bali
- Pemanfaatan teknologi untuk pelestarian lingkungan
- Inovasi berbasis budaya lokal
Penguatan Moderasi Beragama
Dalam pembinaannya, Menag juga menekankan pentingnya implementasi moderasi beragama di lingkungan kampus.
Empat pilar utama yang ditekankan meliputi:
- Komitmen kebangsaan
- Toleransi
- Anti kekerasan
- Penerimaan terhadap tradisi
ASN di lingkungan Kementerian Agama diharapkan menjadi duta perdamaian sekaligus penggerak harmoni sosial.
Komitmen Lingkungan dan Pelestarian Alam
UHN Sugriwa juga menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan melalui berbagai program, seperti:
- Penanaman pohon upakara
- Pelestarian satwa langka seperti jalak Bali dan rusa
- Kolaborasi dengan BKSDA
Kegiatan ini juga ditandai dengan penanaman pohon oleh Menag bersama pimpinan kampus.
Menkomdigi Tinjau Kesiapan Telekomunikasi di Bandara Ngurah Rai Pasca Lebaran 2026



















