KLUNGKUNG, InsertBali — Peristiwa kebakaran melanda sebuah piyasan di merajan milik warga di Dusun Koripan Kangin, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Insiden ini terjadi pada Kamis (5/3/2026) sore dan menghanguskan bangunan yang terletak di lantai dua rumah warga.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Bangunan yang terbakar diketahui milik I Wayan W (56). Sebelum kejadian, pemilik rumah sempat melaksanakan persembahyangan sekitar pukul 14.00 WITA. Setelah menghaturkan canang dan dupa, korban meninggalkan rumah untuk mengantar paket daging ke wilayah Desa Kusamba.
Sekitar pukul 15.30 WITA, korban kembali ke rumah dan dikejutkan oleh teriakan warga. Masyarakat melihat asap tebal keluar dari arah merajan. Saat dilakukan pengecekan, api sudah membesar dan melalap bagian piyasan.
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Klungkung segera meluncur ke lokasi bersama personel Polsek Banjarangkan. Tim tiba sekitar pukul 16.15 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.45 WITA.
Ps Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan saksi, sumber api diduga kuat berasal dari sarana persembahyangan.
“Kebakaran diduga kuat berasal dari api dupa atau sisa pembakaran sarana persembahyangan yang masih menyala setelah korban selesai melaksanakan persembahyangan di merajan,” ujar Iptu Dewa Nyoman Alit.
Api diduga cepat merambat karena material piyasan sebagian besar terbuat dari kayu yang mudah terbakar. Selain itu, kondisi angin kencang di lokasi turut mempercepat kobaran api. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp75 juta.
Pihak kepolisian telah melakukan pendataan dan mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Warga diminta memastikan api dupa benar-benar padam sebelum meninggalkan area suci atau rumah. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya musibah serupa di lingkungan pemukiman.



















