Sekolah Lansia Dalami Makna Catur Asrama

Sekolah Lansia Dalami Makna Catur Asrama

GIANYAR, InsertBali Menjalani masa tua tidak hanya berkaitan dengan menjaga kesehatan tubuh. Tetapi juga bagaimana seseorang menemukan ketenangan dan tetap merasa memiliki peran dalam kehidupan. Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam kegiatan Sekolah Lansia. Kegiatan di Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Jumat (28/8).

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Dewa Nyoman Arsana, hadir sebagai narasumber.

Ia hadir dengan memberikan pemahaman mengenai Catur Asrama. Konsep tersebut mengajarkan empat tahapan kehidupan manusia dalam ajaran Hindu. Tahapan mulai dari masa belajar hingga memasuki tahap pelepasan keterikatan duniawi.

Dewa Arsana menyampaikan, memasuki usia lanjut merupakan momentum untuk lebih banyak melakukan refleksi. Refleksi terhadap perjalanan hidup.

Dalam konsep Catur Asrama, fase tersebut berkaitan dengan Wanaprastha Asrama. Serta selanjutnya mengarah pada semangat Bhiksuka atau Sanyasin Asrama. Pada tahapan tersebut, seseorang diharapkan mulai mengurangi keterikatan terhadap kepentingan duniawi. Serta lebih mengutamakan ketenangan batin, pengembangan spiritual, serta pengabdian.

“Lansia harus tetap merasa bahagia dan berguna. Pada tahap kehidupan ini, yang perlu diperkuat adalah ketenangan batin, kebijaksanaan, serta kedekatan dengan Tuhan. Inilah esensi dari ajaran Catur Asrama,” ujar Dewa Arsana.

Ia juga mengingatkan peserta agar masa lanjut usia tetap diisi dengan kegiatan. Kegiatan yang memberikan manfaat.

Menjaga kebugaran, membangun hubungan baik dengan keluarga, aktif berinteraksi di lingkungan sosial. Serta memelihara kesehatan mental dinilai penting agar lansia dapat menjalani kehidupan. Menjalani dengan lebih berkualitas.

Menurutnya, sehat pada usia lanjut tidak cukup hanya dilihat dari kondisi fisik. Rasa bahagia, hubungan sosial yang baik dan kemampuan menemukan makna dalam kehidupan. Hal tersebut juga menjadi bagian penting dari kesejahteraan lansia.

Sekolah Lansia, lanjut Dewa Arsana, dapat menjadi salah satu wadah untuk mewujudkan hal tersebut. Selain memberikan kesempatan belajar, kegiatan ini membuka ruang bagi peserta. Ruang untuk bertemu, berdiskusi dan saling bertukar pengalaman.

Respons Peserta Dan Dorongan Penguatan Spiritual Kemenag Gianyar

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi yang diberikan. Tetapi juga terlibat dalam diskusi dan berbagi pengalaman mengenai perjalanan kehidupan mereka.

Materi Catur Asrama pun mendapat respons positif dari peserta. Respons karena dinilai memberikan perspektif mengenai bagaimana seharusnya setiap tahapan kehidupan dijalani.

Masa tua tidak dipandang sebagai fase untuk berhenti beraktivitas. Melainkan kesempatan memperkuat spiritualitas sekaligus tetap berkontribusi sesuai kemampuan.

Melalui kegiatan Sekolah Lansia tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar mendorong para peserta.

Mendorong agar dapat menjalani masa lanjut usia secara sehat, mandiri dan bahagia. Sekaligus semakin dekat dengan nilai-nilai spiritual dan kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

Shares: