Rayakan HUT ke-2 Temesi Waterfall, Wakil Ketua I DPRD Gianyar Sebut Destinasi Ini Investasi Budaya Jangka Panjang

I Made Suteja saat memberikan keterangan dalam acara HUT ke-2 Temesi Waterfall.

GIANYAR, InsertBali – Perayaan HUT ke-2 Temesi Waterfall menjadi momentum kebanggaan bagi masyarakat Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Agenda ini juga mendapat apresiasi tinggi dari kalangan legislatif. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gianyar, I Made Suteja, menyebut keberadaan Temesi Waterfall sebagai investasi jangka panjang.

Menurut Suteja, destinasi ini lahir dari kesadaran masyarakat dalam menjaga budaya sekaligus mengembangkan potensi pariwisata desa. Ia menilai langkah warga Temesi merupakan bentuk nyata partisipasi publik. Mereka berhasil membangun masa depan desa secara mandiri dan berkelanjutan.

“Sangat bagus. Ini adalah kewajiban sekaligus wujud tanggung jawab kelompok masyarakat yang telah membuka dan mengelola tempat ini sebagai investasi jangka panjang, baik dalam melestarikan budaya maupun memperkuat sektor pariwisata,” ujar I Made Suteja saat ditemui di sela-sela perayaan HUT ke-2 Temesi Waterfall, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan kehadiran objek wisata ini membangkitkan semangat generasi muda. “Kami sebagai wakil masyarakat di DPRD Gianyar sangat bersyukur dengan pemikiran dan kerja keras masyarakat Desa Temesi. Selama hampir dua tahun berjalan, waterfall ini telah menjadi bukti bahwa desa mampu menciptakan peluang ekonomi dari potensi yang dimiliki,” katanya.

Potensi SDM Pariwisata Jadi Kekuatan Desa

Suteja yang juga Penasehat FORKOM Desa Temesi mengungkapkan kekuatan desa ada pada sisi sumber daya manusia. Sekitar 20 persen generasi muda di desa tersebut memiliki latar belakang pengalaman di bidang pariwisata. Hal ini menjadi modal besar dalam menyukseskan HUT ke-2 Temesi Waterfall.

Dirinya bahkan menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Suteja memiliki pengalaman panjang sebagai pemandu wisata profesional sebelum terjun ke politik. “Saya sendiri berasal dari dunia pariwisata. Sejak tahun 1990 hingga 2007, saya menjadi guide berbahasa Inggris, kemudian berlanjut sebagai guide berbahasa Rusia hingga sebelum menjadi anggota DPRD. Bahasa Rusia itu sangat langka, dan di Kecamatan Gianyar mungkin hanya ada beberapa orang yang menguasainya,” ungkapnya.

Menurutnya, lanskap Desa Temesi juga menjadi keunggulan tersendiri. “Dari Temesi, kita bisa melihat laut, gunung, sunrise, bahkan sunset. Ini adalah kesempurnaan alam yang menjadi kekuatan besar bagi pengembangan wisata, termasuk keberadaan waterfall ini,” jelasnya.

Dorong Sinergi Pengelolaan TPA dan Pariwisata

Namun, di balik perayaan HUT ke-2 Temesi Waterfall, Suteja mengingatkan pentingnya penanganan serius terhadap TPA di wilayah tersebut. DPRD Gianyar telah mendorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan TPA seluas hampir tujuh hektare itu agar dilakukan secara modern.

“Kami mendukung penuh program pemerintah, tetapi kami juga meminta agar pengelolaan TPA dilakukan secara modern, bersih, dan berkualitas. Jangan sampai pencemaran lingkungan merusak potensi wisata yang sudah dibangun masyarakat,” tegasnya. Sinergi antara lingkungan dan pariwisata menjadi kunci penting untuk keberlanjutan ekonomi.

Di akhir perayaan HUT ke-2 Temesi Waterfall, Suteja menyampaikan pesan khusus kepada pengelola. Ia berharap pengelola terus menjaga profesionalisme dan transparansi. “Bekerjalah secara profesional dan transparan. Manajemen yang sehat akan memperkuat kepercayaan masyarakat dan mempercepat perkembangan destinasi ini. Promosi juga harus terus ditingkatkan agar waterfall ini semakin dikenal dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan masyarakat dan daerah,” pesannya.

Shares: