Putri Koster Dorong Kader Posyandu di Pekutatan Gercep Layani Masyarakat

JEMBRANA, insert Bali  – Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mendorong para kader Posyandu untuk lebih gerak cepat (gercep) dalam merespons kebutuhan masyarakat dan mampu menjadi “juara di hati warga”.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk Membina dan Berbagi. Yang berlangsung di Wantilan Pura Puseh Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Senin (9/3).

Kegiatan sosial tersebut tidak hanya menyasar Desa Pulukan, tetapi juga Desa Madewi yang masih berada di Kecamatan Pekutatan. Program ini merupakan bagian dari pembinaan sekaligus sosialisasi transformasi Posyandu sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.

Transformasi Posyandu dengan Enam Standar Pelayanan Minimal

Dalam arahannya, Putri Koster menjelaskan bahwa saat ini ruang lingkup tugas Posyandu telah diperluas. Dengan mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Tetapi juga mencakup bidang pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum. Serta perlindungan masyarakat.

Menurutnya, perubahan tersebut menjadikan Posyandu sebagai lembaga yang memiliki peran lebih luas dalam membantu pemerintah desa. Sekaligus melayani kebutuhan masyarakat secara terpadu.“Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang lainnya. Yaitu pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperkuat pemahaman kader mengenai transformasi ini, TP Posyandu Provinsi Bali akan menggelar Bimbingan Teknis Bina Kader Posyandu se-Bali. Di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada 10–12 Maret 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kader Posyandu Diminta Peka terhadap Masalah Sosial

Putri Koster juga mengingatkan para kader Posyandu agar lebih peka dan proaktif terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar. Ia mencontohkan apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan dalam melanjutkan pendidikan anak, kader Posyandu bidang pendidikan dapat membantu memfasilitasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari solusi.

Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali memiliki program pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Tidak hanya itu, kader Posyandu juga diharapkan dapat berperan dalam membantu penanganan berbagai persoalan sosial lainnya seperti penyalahgunaan narkoba maupun kasus kekerasan dalam rumah tangga melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Posyandu Juga Dilibatkan dalam Pengelolaan Sampah

Menutup arahannya, Putri Koster yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas atau PSBS PADAS mengajak jajaran Posyandu ikut berperan dalam penuntasan persoalan sampah di Bali.

Ia mendorong kader Posyandu untuk aktif dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memanfaatkan tong komposter atau teba modern untuk mengolah sampah organik. Sementara itu, sampah anorganik dapat ditangani melalui fasilitas pengolahan seperti TPS3R dan TPST.

Bantuan Sosial untuk Kader Posyandu

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana, Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Putri Koster kepada masyarakat Jembrana.

Ia menilai kehadiran Putri Koster di Desa Pulukan dan Desa Madewi memberikan motivasi bagi para kader Posyandu. Untuk terus mengoptimalkan program pelayanan masyarakat yang kini mencakup enam Standar Pelayanan Minimal.

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada 132 kader Posyandu di Desa Pulukan dan Desa Madewi. Setiap paket bantuan berisi 30 kilogram beras, dua krat telur. Serta dua kotak susu sebagai bentuk dukungan terhadap para kader yang selama ini aktif melayani masyarakat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian materi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata. Ia menjelaskan bahwa Posyandu yang sebelumnya dikenal sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM). Kini bertransformasi menjadi Posyandu enam SPM sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa.

Dengan perubahan tersebut, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa. Dalam melaksanakan fungsi pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, serta pembinaan kemasyarakatan.

Koster Desak Desa dan Lurah di Denpasar Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Shares: