Menhub- Koster Dorong Pelabuhan Terpadu, Logistik Bali Direvolusi

Denpasar, Insert Bali – Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengembangan pelabuhan terpadu di Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba sebagai strategi pemerataan ekonomi dan solusi kemacetan logistik Bali.

Strategi Baru Atasi Kemacetan dan Ketimpangan

Pemerintah Provinsi Bali merancang pengembangan kawasan pelabuhan terpadu di empat titik strategis, yakni Sangsit (Buleleng), Amed (Karangasem), Celukan Bawang (Buleleng), dan Kusamba (Klungkung).Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah besar untuk mengurangi ketergantungan jalur darat, khususnya lintasan padat Gilimanuk–Mengwi, sekaligus mengurai kemacetan di Bali Selatan.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari “revolusi distribusi” berbasis transportasi laut. Tujuannya tidak hanya mengatasi persoalan logistik, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi antarwilayah di Bali.

Pelabuhan Sangsit Jadi Gerbang Bali Utara

Pelabuhan Sangsit diarahkan sebagai gerbang utama Bali Utara dengan konsep pelabuhan terpadu. Fasilitas ini akan melayani logistik, penumpang, hingga kapal pesiar (cruise) untuk mendukung pariwisata kelas dunia.

Saat ini proyek masih dalam tahap studi kelayakan yang ditargetkan rampung pada 2026, dengan pembangunan fisik direncanakan mulai 2026–2027. Pengembangan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali ekonomi Buleleng sebagai pusat pertumbuhan baru di Bali Utara.

Pelabuhan Amed Perkuat Pariwisata Bali Timur

Pelabuhan Amed dirancang sebagai pintu masuk baru pariwisata dan logistik di Bali Timur. Kawasan ini akan terhubung dalam konsep “Segitiga Emas” bersama Sanur, Nusa Penida, dan Gili Trawangan.

Dengan konektivitas tersebut, waktu tempuh wisatawan dapat dipersingkat sekaligus mengurangi beban jalur darat di Bali Selatan.  Selain itu, penataan kawasan pesisir juga dirancang tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan nelayan lokal.

Celukan Bawang Jadi Hub Logistik Utama

Pelabuhan Celukan Bawang difokuskan sebagai pusat logistik utama di Bali. Pengembangannya mencakup perpanjangan Dermaga I sepanjang 92 meter untuk general cargo dan Dermaga II sepanjang 60 meter sebagai dermaga multipurpose. Langkah ini bertujuan memisahkan jalur kendaraan logistik dari kendaraan wisata, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih tertib dan efisien.

Kusamba Perkuat Distribusi Bali Timur

Pelabuhan Kusamba diproyeksikan menjadi pusat distribusi logistik di wilayah Bali Timur dan Selatan. Studi kelayakan proyek ini telah dinyatakan layak bersyarat dan saat ini memasuki tahap pembebasan lahan.

Pelabuhan ini akan terintegrasi dengan jaringan pelabuhan lainnya untuk memastikan distribusi barang pokok berjalan merata di seluruh Bali.

Dukungan Pusat dan Target 2027

Kementerian Perhubungan mendukung penuh pengembangan pelabuhan ini sebagai solusi kepadatan transportasi Bali. Pemerintah pusat juga mendorong pembangunan pelabuhan khusus logistik berbasis Ro-Ro agar truk besar tidak lagi melintasi jalur darat utama.

Sementara itu, DPR RI memberikan dukungan anggaran melalui APBN, dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ditugaskan memperkuat infrastruktur pelabuhan eksisting. Pemprov Bali menargetkan sistem distribusi logistik berbasis laut ini mulai berjalan optimal pada 2027.

Pengembangan pelabuhan terpadu menjadi langkah strategis dalam menata sistem transportasi dan distribusi Bali. Dengan mengandalkan jalur laut, Bali diharapkan mampu mengurangi kemacetan, mempercepat distribusi logistik, serta menciptakan pemerataan ekonomi antarwilayah secara berkelanjutan.

Koster Satukan Daerah, 22 Proyek Stragis Bali Digeber Mulai 2026

Shares: