Bangli – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Koster, terus memperkuat edukasi masyarakat melalui sosialisasi yang menyasar tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yakni Desa Pinggan, Desa Sukawana, dan Desa Kintamani, Jumat (24/4).
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kaum ibu, terkait kesehatan keluarga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pelestarian lingkungan.
Peran Ibu Kunci Kesehatan Keluarga dan Pencegahan Rabies
Dalam arahannya, Putri Koster menegaskan bahwa ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan keluarga, termasuk dalam merawat hewan peliharaan.
Ia mengingatkan pentingnya vaksinasi anjing secara rutin guna mencegah penyebaran penyakit Rabies. Selain itu, masyarakat diminta segera mencari penanganan medis jika terjadi gigitan anjing.
“Jika terjadi gigitan, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Perhatian pada Kasus Kesehatan Warga
Putri Koster juga mendorong kader PKK untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Ia mencontohkan penanganan warga di Banjar Paketan, Desa Sukawana, yang mengalami Xerosis cutis dan telah diarahkan mendapatkan perawatan medis dengan dukungan instansi terkait.
Masalah Lingkungan: Populasi Lalat dan Sampah Jadi Sorotan
Selain isu kesehatan, meningkatnya populasi lalat di wilayah Kintamani turut menjadi perhatian. Kondisi ini dinilai berpotensi menyebarkan bakteri dan penyakit.
Putri Koster mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta memperbaiki pola pengelolaan sampah.
“Lalat bisa menjadi pembawa penyakit, поэтому kebersihan harus dijaga bersama,” ujarnya.
Dorong Pemilahan Sampah dari Sumbernya
Dalam pengelolaan sampah, ia kembali menekankan pentingnya pemilahan sejak dari rumah tangga.
- Sampah organik dapat diolah langsung di sumber seperti rumah, pasar, dan sekolah
- Sampah anorganik dipilah menjadi daur ulang dan residu
- Sampah residu ditangani melalui teknologi seperti insinerator
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban sampah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pola Asuh Anak dan Pembatasan Gadget
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyoroti pentingnya pola asuh anak pada usia emas 0–5 tahun.
Ia mengimbau orang tua untuk membatasi penggunaan gadget pada anak guna mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan perilaku.
“Pola asuh yang tepat menentukan kualitas generasi ke depan,” ujarnya.
Promosi Pangan Lokal dan Bantuan Sosial
Dalam rangka mendukung program Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Putri Koster juga meninjau demonstrasi memasak berbasis pangan lokal di Desa Kintamani.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, TP PKK Provinsi Bali menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa:
- 6.000 kilogram beras
- 12.000 butir telur
- 400 kotak susu
PKK Jadi Motor Perubahan di Desa
Melalui kegiatan ini, kader PKK diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di tingkat desa, sekaligus menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
KLH Bali Klarifikasi Video Sampah di Estuary Dam Tanah Kilap, Kondisi Terkini Dipastikan Bersih



















