GIANYAR, InsertBali – Pemerintah Kabupaten Gianyar terus memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan melaksanakan Pendampingan Tim Ahli di delapan desa wilayah Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Pengukuran Serentak yang dilakukan pada November 2025 lalu.
Pelaksanaan pendampingan ini mengacu pada kebijakan nasional yang mengamanatkan implementasi intervensi spesifik dan sensitif. Program dilakukan secara konvergen, terpadu, serta berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kadis Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, memberikan penjelasan pada Rabu (21/1/2026). Beliau menyebutkan bahwa Pendampingan Tim Ahli bertujuan memastikan intervensi di tingkat desa berjalan tepat sasaran berdasarkan data akurat. Tim yang diterjunkan berasal dari RS Pemerintah dan Swasta, terdiri dari dokter spesialis anak (Sp.A), psikolog, hingga nutrisionis.
“Kegiatan ini menyasar balita sesuai dengan data hasil pengukuran yang telah ditetapkan, dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, peningkatan pola asuh, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujar Ariyuni.
Data Desa dan Target Percepatan Penurunan Stunting
Kegiatan pendampingan ini telah dilaksanakan pada 19 dan 20 Januari 2026. Fokus utamanya adalah desa-desa yang memiliki persentase stunting di atas 6%. Melalui program ini, Pemkab Gianyar berharap intervensi berjalan lebih efektif sehingga mampu mendorong penurunan stunting secara signifikan.
Adapun rincian delapan desa yang menjadi sasaran pendampingan adalah sebagai berikut:
Desa Kedisan: 29 balita stunting (Prevalensi 9%).
Desa Taro: 50 balita stunting (Prevalensi 8,8%).
Desa Pejeng Kaja: 25 balita stunting (Prevalensi 7,9%).
Desa Pupuan: 30 balita stunting (Prevalensi 7,8%).
Desa Manukaya: 47 balita stunting (Prevalensi 7,2%).
Desa Puhu: 20 balita stunting (Prevalensi 7,2%).
Desa Singakerta: 40 balita stunting (Prevalensi 7,1%).
Desa Kelusa: 16 balita stunting (Prevalensi 6,8%).
Pemerintah Kabupaten Gianyar optimis bahwa kolaborasi bersama tim ahli ini akan menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. Penguatan peran kader dan perangkat desa juga menjadi kunci utama agar program penurunan stunting ini memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.



















