Fibermaxxing: Tren Kesehatan TikTok yang Dorong Konsumsi Serat Tinggi

Dalam beberapa tahun terakhir, serat semakin populer dan dijuluki sebagai “ratu suplemen.” Tidak heran, karena serat dikenal mampu mendukung kesehatan pencernaan hingga membantu manajemen berat badan. Kini, tren konsumsi serat ini semakin viral di TikTok dengan istilah baru: fibermaxxing.

Namun, apa sebenarnya fibermaxxing, dan apakah tren kesehatan ini aman untuk dicoba? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu Fibermaxxing?

Secara medis, fibermaxxing bukan istilah resmi, tetapi konsepnya merujuk pada anjuran gizi harian tentang konsumsi serat. Intinya, fibermaxxing mendorong seseorang untuk memaksimalkan asupan serat dalam makanan dan camilan demi mendukung kesehatan pencernaan serta kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.

Menurut Sara K. Riehm, RD, ahli gizi dari Orlando Health Center for Health Improvement, target konsumsi serat harian orang dewasa adalah 25–38 gram per hari. Praktik fibermaxxing dilakukan dengan cara memperbanyak makanan tinggi serat dan, bila perlu, menggunakan suplemen tambahan.

Beberapa sumber serat terbaik antara lain:

  • Sereal tinggi serat tanpa gula

  • Gandum bulgur

  • Kacang lima

  • Kubis Brussel

  • Ubi jalar

Secara umum, serat banyak ditemukan pada makanan nabati. Ada dua jenis utama serat:

  • Serat larut (soluble fiber): memperlambat pencernaan, membantu kontrol gula darah, dan menurunkan kolesterol.

  • Serat tidak larut (insoluble fiber): mempercepat pencernaan, bermanfaat untuk mengatasi sembelit.

Mengapa Fibermaxxing Populer?

Alasan utama tren ini populer adalah karena hanya 5% orang yang benar-benar memenuhi kebutuhan serat hariannya. Padahal, manfaat serat sangat banyak, di antaranya:

  • Menjaga kesehatan pencernaan dan gerakan usus tetap lancar.

  • Mendukung keseimbangan flora usus, yang berhubungan dengan metabolisme dan hormon.

  • Menurunkan kadar kolesterol dengan mengikat molekul kolesterol agar tidak terserap ke dalam darah.

  • Membantu kontrol gula darah karena dicerna lebih lambat.

  • Memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga berpotensi membantu menurunkan berat badan.

“Serat adalah super nutrient yang sangat kuat. Menambahkannya dalam pola makan bisa memberi dampak positif signifikan bagi kesehatan,” jelas Riehm.

Apakah Fibermaxxing Aman?

Secara umum, para ahli menyebut fibermaxxing sebagai salah satu tren diet yang aman. Fokusnya pada makanan padat gizi membuatnya bermanfaat untuk hampir semua orang.

Namun, ada catatan penting:

  • Bagi orang dengan masalah pencernaan tertentu, konsumsi serat berlebihan bisa berdampak buruk.

  • Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap dianjurkan sebelum melakukan diet tinggi serat.

Tips Memulai Fibermaxxing

Jika tertarik mencoba, para ahli menyarankan untuk meningkatkan asupan serat secara bertahap.

  • Jangan langsung menambah jumlah besar jika sebelumnya jarang makan serat, karena bisa menyebabkan gas dan kembung.

  • Pastikan minum cukup air. Tanpa cairan yang cukup, serat justru bisa menyebabkan sembelit.

“Mulailah perlahan dan seimbangkan dengan hidrasi yang cukup,” saran Dr. Mir Ali, ahli bedah bariatrik dari MemorialCare Surgical Weight Loss Center, California.

Tren fibermaxxing yang viral di TikTok ini pada dasarnya mendorong konsumsi lebih banyak serat demi kesehatan tubuh. Jika dilakukan dengan bijak dan bertahap, fibermaxxing bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, mulai dari pencernaan lebih sehat, berat badan lebih terkontrol, hingga risiko penyakit kronis yang lebih rendah.

Sinopsis Demon Slayer Infinity Castle: Pertarungan Hashira vs Iblis di Puncak Saga Kimetsu No Yaiba

Shares: