KLUNGKUNG, InsertBali – Kapolres Klungkung, AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H., menerima kunjungan silaturahmi dari Plt. Direktur Utama Pusat Kesenian Bali (PKB), Ir. I Gde Wayan Samsi Gunarta, M.APPL SC. Pertemuan strategis ini berlangsung di ruang kerja Kapolres pada Rabu (11/2/2026). Selain mempererat sinergi, pertemuan ini fokus membahas penguatan Keamanan Pusat Kesenian Bali Klungkung.
Kapolres didampingi oleh Kasat Intelkam Polres Klungkung, AKP I Dewa Ketut Abdi, dalam menyambut rombongan pengelola kawasan seni tersebut. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian serius adalah potensi penyalahgunaan areal PKB. Lokasi yang luas tersebut dikhawatirkan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab sebagai ajang balap liar.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini. Hal ini bertujuan untuk mencegah aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Terlebih, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya yang sakral serta prestisius bagi masyarakat Bali.
Solusi Konkret Keamanan Pusat Kesenian Bali Klungkung
AKBP Mikael Hutabarat secara tegas meminta agar segera ditemukan solusi konkret terkait permasalahan balap liar tersebut. Pengawasan ketat diperlukan agar area PKB tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum. Selain merusak fasilitas, aksi balap liar juga sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun warga di sekitar kawasan.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan pendampingan dalam menjaga Keamanan Pusat Kesenian Bali Klungkung. Upaya preventif seperti patroli rutin akan ditingkatkan di jam-jam rawan. Kapolres berharap agar pengelola juga berperan aktif dalam memantau akses masuk ke area pembangunan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Dirut PKB I Gde Wayan Samsi Gunarta menyatakan kesiapannya. Pihaknya akan segera merumuskan langkah-langkah strategis dalam waktu dekat. Rencana kegiatan pengamanan akan diperketat, terutama sebelum proses pembangunan fisik PKB dimulai secara masif.
Langkah cepat pengelola PKB ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan kawasan. Kolaborasi antara pihak kepolisian dan pengelola menjadi kunci utama terciptanya situasi yang kondusif. Koordinasi ini tidak hanya bersifat sementara, namun akan berlanjut hingga operasional pusat kesenian tersebut berjalan.
Pusat Kesenian Bali di Klungkung merupakan proyek strategis yang harus dilindungi dari segala bentuk gangguan keamanan. Dengan sinergi yang kuat, kawasan ini diharapkan tetap menjadi area yang nyaman dan tertib. Kesepakatan dalam pertemuan ini menjadi bukti komitmen kedua lembaga dalam menjaga kewibawaan infrastruktur budaya Bali.
Melalui upaya koordinasi ini, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang aman di wilayah hukum Polres Klungkung. Masyarakat juga diimbau untuk ikut serta menjaga Keamanan Pusat Kesenian Bali Klungkung dengan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan. Sinergi ini menjadi langkah awal yang solid sebelum PKB resmi menjadi ikon baru pariwisata budaya di Klungkung.



















