KLUNGKUNG, InsertBali – Bupati Klungkung, I Made Satria menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka percepatan pengelolaan sampah sekaligus penutupan open dumping. Kegiatan ini juga membahas peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran, penurunan angka stunting dan isu lainnya. Agenda bertempat di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (8/6). Rapat ini dibuka langsung Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan dihadiri oleh seluruh Bupati/Walikota se-Bali.
Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Hubungan ini krusial dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Fokus utamanya terutama dalam penanganan sampah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan perekonomian daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria memaparkan sejumlah program strategi pembangunan di Kabupaten Klungkung. Di antaranya di bidang kebersihan sudah dilaksanakan ketertiban pemilahan sampah dari sumber. Melalui dana BKK, dilakukan pengelolaan sampah ke 42 desa dengan anggaran sebesar Rp8,4 Miliar. Dana ini ditujukan untuk optimalkan peran TPS3R.
Kemudian dipaparkan juga pemasangan alat pirolisis kapasitas 24 ton per hari oleh pihak ketiga di TOSS yang saat ini memasuki tahap uji coba. Di bidang kemiskinan, sudah dilaksanakan inovasi beri kail bukan ikan. Program ini merupakan Inovasi Beri Kail bukan Ikan melalui bentuk Pelatihan CPMI untuk naker dari KK Miskin.
Strategi Penurunan Stunting dan Pembangunan Infrastruktur Nusa Penida
Selain itu, Bupati Satria juga memaparkan strategi penurunan stunting. Langkah ini dilakukan seperti pelayanan kesehatan untuk ibu, bayi, balita, remaja putri dan calon pengantin.
Di bidang pembangunan infrastruktur, dianggarkan kurang lebih Rp200 Miliar untuk pembangunan di Nusa Penida. Kawasan Nusa Penida diposisikan sebagai titik ungkit. Program ini meliputi pembangunan jalan, air minum, RSUD, sekolah dan destinasi wisata.
Menutup pemaparannya, Bupati Satria juga menambahkan makna penting pertemuan ini. Pertemuan menjadi momentum bagi Pemkab Klungkung dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan di tingkat provinsi.
Sinergi ini juga menjadi kunci dengan menyelaraskan visi dan tindakan. Melalui langkah tersebut, kita yakin mampu mewujudkan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, namun juga hidup dalam lingkungan yang sehat dan berkualitas.
“Jadi melalui rakor ini saya berharap adanya dukungan dan sinergi yang kuat dari Pemerintah Provinsi Bali sehingga berbagai program prioritas pembangunan dapat berjalan dengan baik demi mewujudkan Klungkung yang Maju, Harmonis, Tentram dan Makmur (Mahottama),” ujar Bupati Satria.


















