KLUNGKUNG, InsertBali — Usai membuka lomba mancing di Desa Adat Pau Banjarangkan, Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra meninjau kebakaran rumah. Lokasi kebakaran tersebut milik I Made Kanta (54) di Banjar Sengguan, Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung pada Jumat (3/4/2026).
Informasi yang diberitakan sebelumnya bahwa kebakaran rumah terjadi pada hari Rabu (1/4/2026) dini hari. Ketika I Made Kanta (54) sedang membantu persiapan upacara di rumah tetangganya. Akibat kebakaran tersebut korban yang kesehariannya bekerja sebagai tukang jahit pakaian ini bagian atap rumahnya ludes dilalap si jago merah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan untuk sementara ini atap rumah korban sudah diisi terpal sebagai pelindung sementara. Saat tiba di lokasi, Bupati Satria mengaku perihatin terhadap musibah yang menimpa rumah warganya tersebut. Beliau turun langsung untuk melihat kondisi bangunan yang terdampak.
Bupati Satria bersama Wabup Tjok Surya dan Kalak BPBD juga menyerahkan bantuan berupa selimut, matras, paket sembako dan kompor. Selain memberikan bantuan materi, Bupati juga tidak henti-hentinya memberikan semangat agar tetap kuat menjalani aktivitas sehari-hari di tengah musibah yang menimpa.
Kepedulian ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis keluarga korban yang kehilangan tempat berteduh. “Saya sudah tugaskan dinas terkait agar segera menindaklanjuti dan mencari solusi terutama bantuan perbaikan bagian atap rumah,” ujar Bupati Satria dalam kesempatan tersebut.
Bupati Satria memberikan atensi khusus pada profesi korban sebagai tukang jahit yang alat kerjanya turut terdampak. Beliau berharap dinas terkait dapat memberikan bantuan mesin jahit dan mesin obras guna memulihkan kembali mata pencaharian I Made Kanta.
Hal ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam menangani pasca-musibah secara komprehensif. Upaya pencarian solusi perbaikan infrastruktur atap rumah akan menjadi prioritas agar keluarga korban dapat segera menempati rumah dengan layak kembali tanpa harus menggunakan terpal.



















