Bangkitkan Prestasi Renang, Wabup Tjok Surya Buka Kejurda Akuatik Indonesia Pengprov Bali 2026 di Tirta Srinadi

Kejurda Akuatik Indonesia Bali 2026 di Kolam Renang Tirta Srinadi.

KLUNGKUNG, InsertBaliWakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, secara resmi membuka gelaran bergengsi Kejurda Akuatik Indonesia Bali 2026. Acara pembukaan dilangsungkan di Kolam Renang Wisata Tirta Srinadi, Klungkung, pada Sabtu (14/2/2026). Ajang ini menjadi titik balik penting bagi pembinaan atlet renang di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Akuatik Indonesia Pengprov Bali bekerja sama dengan pengurus Akuatik Indonesia Kabupaten Klungkung. Fokus utama dari kegiatan ini adalah menjaring bibit-bibit atlet potensial yang memiliki kualitas unggul. Para pemenang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Bali dalam berbagai ajang kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

Wabup Tjok Surya menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Klungkung sebagai tuan rumah. Baginya, olahraga akuatik memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara profesional. Selain sebagai wadah kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi momentum berharga untuk mempererat tali persaudaraan dan menjunjung tinggi semangat sportivitas antar-atlet.

“Pemerintah Kabupaten Klungkung sangat mendukung kegiatan olahraga, termasuk cabang akuatik. Melalui kejuaraan ini, kita harapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bali, khususnya Klungkung,” ujar Wabup Tjok Surya.

Kebangkitan Setelah 10 Tahun Vakum

Ketua Panitia Kejurda, Agus Pradnyana Jaya, melaporkan bahwa pelaksanaan Kejurda Akuatik Indonesia Bali 2026merupakan tonggak sejarah baru. Pasalnya, kejuaraan daerah ini sempat vakum selama hampir satu dekade. Kehadiran kembali kompetisi ini diharapkan mampu memicu semangat baru bagi klub-klub renang di seluruh Bali untuk meningkatkan intensitas latihan.

“Kejurda ini merupakan Kejurda perdana setelah hampir 10 tahun vakum. Momentum ini menjadi sejarah baru kebangkitan olahraga akuatik di Bali,” ungkap Agus Pradnyana Jaya dengan penuh optimisme.

Antusiasme peserta pada tahun ini tergolong sangat tinggi. Tercatat sebanyak kurang lebih 400 atlet renang terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bali ikut ambil bagian. Kehadiran ratusan peserta ini menunjukkan bahwa gairah olahraga renang di Bali masih sangat kuat dan membutuhkan wadah kompetisi yang rutin.

Hal menarik dalam Kejurda Akuatik Indonesia Bali 2026 kali ini adalah keterlibatan 10 atlet luar negeri. Mereka hadir sebagai sparing partner bagi atlet-atlet lokal Bali. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding internasional serta mengukur sejauh mana daya saing atlet lokal dalam menghadapi lawan dari luar negeri.

“Hal ini tentu menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kualitas dan daya saing atlet Bali,” tambah Agus Pradnyana. Ajang ini juga berfungsi sebagai seleksi ketat menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Hanya atlet dengan catatan waktu terbaik yang akan mendapatkan tiket untuk mewakili Bali di level yang lebih tinggi.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pengurus cabang olahraga, Klungkung berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan para atlet. Harapannya, olahraga akuatik tidak hanya menjadi ajang hobi, tetapi juga menjadi profesi yang membanggakan bagi generasi muda di masa depan.

Shares: