GIANYAR, InsertBali – Bali Zoo yang berlokasi di Gianyar mengambil langkah tegas dalam penguatan upaya konservasi. Mereka resmi menghentikan seluruh aktivitas gajah tunggang mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen nyata lembaga tersebut. Fokus utamanya adalah pada kesejahteraan satwa serta pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Head of Public Relations Bali Zoo, Emma Chandra, memberikan penjelasan pada Senin (19/1/2026). Beliau mengatakan keputusan tersebut diambil demi memastikan kondisi gajah tetap terjaga secara optimal. Praktik konservasi modern saat ini harus mengedepankan kebutuhan alami dari satwa. Hal ini lebih penting daripada sekadar menjadi hiburan bagi manusia.
“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama Bali Zoo,” tegas Emma Chandra.
Penghentian gajah tunggang merupakan bentuk tanggung jawab pengelola. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak bagi gajah. Selain itu, langkah ini memastikan standar perawatan dan pengelolaan terus ditingkatkan secara berkala.
Emma menambahkan bahwa kebijakan tersebut sangat sejalan dengan aturan pusat. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025. Edaran tersebut mengatur tentang penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi. Bali Zoo juga telah berkoordinasi intensif dengan Balai KSDA Bali. Hal ini guna memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Penghentian aktivitas ini diharapkan memberikan ruang dan waktu yang lebih luas bagi gajah. Satwa tersebut kini bisa lebih bebas mengekspresikan perilaku alaminya. Mereka juga dapat membangun interaksi sosial yang lebih baik sesama gajah. Program perawatan dan enrichment juga akan mendukung kesehatan fisik serta mental satwa secara penuh.
Fokus Baru pada Edukasi dan Kesejahteraan Satwa
Ke depan, Bali Zoo akan mengubah fokus pengelolaan gajah mereka. Fokus akan dialihkan pada perawatan harian dan penguatan edukasi konservasi. Pengalaman pengunjung juga akan dikembangkan ke arah yang berbeda. Pengunjung akan diajak untuk belajar, berempati, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan satwa.
Kebijakan ini juga telah disampaikan kepada publik melalui akun Instagram resminya. Dalam unggahan tersebut, pihak manajemen menuliskan pesan dalam bahasa Inggris. Pesan tersebut berbunyi:
“A step forward for elephant welfare. Effective 1 January 2026, Bali Zoo has discontinued elephant riding. This decision supports our ongoing commitment to animal welfare, giving our elephants more time for natural behaviours, social interaction, and enrichment.”



















