11 Tren Teknologi Terbesar 2026 Versi CES: Dari Foldable Tanpa Lipatan hingga Robot Humanoid

Insert Bali – Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali menjadi panggung utama untuk membaca arah perkembangan teknologi global. Selain deretan gadget terbaik, pameran teknologi terbesar dunia ini juga memberi gambaran jelas tentang tren teknologi yang akan mendominasi sepanjang 2026.Meski tidak mencakup seluruh inovasi yang akan muncul, CES secara historis selalu menjadi indikator kuat ke mana industri teknologi bergerak. Berikut rangkuman 11 tren teknologi terbesar 2026 berdasarkan temuan di CES 2026.

1. Ponsel Lipat Tanpa Bekas Lipatan (Creaseless Foldable)

Samsung mencuri perhatian dengan memamerkan layar OLED lipat tanpa bekas lipatan sama sekali. Teknologi ini dianggap sebagai “holy grail” ponsel lipat selama hampir satu dekade.Menariknya, panel ini disebut-sebut berpotensi pertama kali digunakan Apple pada iPhone Fold, meski diproduksi oleh Samsung Display.

“Ini adalah terobosan besar untuk industri foldable. Tantangan terbesar selama ini akhirnya terpecahkan,” kata analis display Korea Selatan, Kim Hyun-soo.

2. Era TV RGB LED Dimulai

TV dengan RGB LED backlight menjadi sorotan utama, menawarkan warna lebih luas, kecerahan lebih tinggi, dan efisiensi energi yang lebih baik. Samsung, LG, TCL, dan Hisense sama-sama memamerkan teknologi ini. Samsung bahkan memajang TV Micro RGB 130 inci, yang meski masih konsep, menjadi sinyal kuat arah pasar TV premium.

3. Hewan Peliharaan AI sebagai Pendukung Emosional

CES 2026 dipenuhi robot peliharaan berbasis AI seperti SwitchBot KATA dan Ecovacs LilMilo. Perangkat ini mampu mengenali emosi, merespons sentuhan, dan berinteraksi secara personal.

“AI pet bukan sekadar mainan, tapi solusi companionship di era urban dan masyarakat menua,” ujar perwakilan Ecovacs.

4. Wearable AI sebagai “Otak Kedua”

Tren wearable AI bergeser dari gimmick ke fungsi produktivitas. Perangkat seperti AI Mindclip dan Pebble Index O1 mampu merekam, meringkas, dan mengelola informasi harian pengguna.Konsepnya jelas: AI sebagai eksternal memori manusia.

5. Robot Pemotong Rumput Pakai LiDAR

Teknologi LiDAR kini masuk ke robot pemotong rumput (lawnbot), memungkinkan navigasi presisi tanpa kabel atau GPS kuat. Hampir semua merek besar memamerkan model LiDAR-based di CES 2026.

6. “Longevity” Jadi Kata Kunci Health Tech

Teknologi kesehatan kini fokus pada umur panjang dan kualitas hidup. Mulai dari cermin AI NuraLogix hingga timbangan Withings Body Scan 2, perangkat ini mengukur puluhan biomarker untuk memprediksi kesehatan jangka panjang.

“Health tech bukan lagi soal langkah harian, tapi bagaimana kita hidup lebih lama dan lebih sehat,” ujar pakar health AI dari Withings.

7. Smart Glasses Akhirnya Mainstream

CES 2026 menandai momen di mana smart glasses benar-benar masuk pasar massal. Dari kacamata AR gaming hingga smart glasses tanpa ponsel, hampir semua brand teknologi besar ikut bermain. Meta Ray-Ban, Asus, hingga RayNeo memperlihatkan bahwa 2026 bisa menjadi tahun kebangkitan smart glasses.

8. Intel Bangkit Melawan Dominasi ARM

Intel meluncurkan Core Ultra Series 3 (Panther Lake) dengan klaim performa dan efisiensi daya yang jauh lebih baik. Banyak produsen laptop besar langsung mengadopsinya. Ini menjadi sinyal bahwa Intel belum habis, dan 2026 bisa menjadi tahun kebangkitan mereka.

9. Solid-State Battery Semakin Dekat

Solid-state battery menjadi buzzword besar. Verge Motorcycles mengklaim akan segera memproduksi motor listrik dengan baterai solid-state penuh, menjanjikan jarak hingga 370 mil dengan pengisian super cepat. Meski masih perlu pembuktian, 2026 disebut sebagai tahun krusial teknologi baterai generasi baru.

10. Teknologi Retro untuk Melawan Distraksi Digital

Produk seperti Clicks Communicator (keyboard fisik ala BlackBerry) dan Pebble Round 2 menunjukkan tren “anti doomscrolling”. Fokusnya bukan nostalgia, tapi mengembalikan fokus dan produktivitas pengguna.

11. Robot Humanoid Masih Jauh dari Siap Pakai

Meski banyak robot humanoid tampil di CES, kenyataannya mereka masih kesulitan melakukan tugas sederhana seperti mencuci pakaian.

“Robot humanoid masih berada di fase eksperimen publik. Untuk rumah tangga, solusi hibrida seperti robot vacuum pintar masih lebih realistis,” kata analis robotika independen AS.

CES 2026 menunjukkan bahwa tren teknologi tahun ini akan didominasi oleh AI personal, efisiensi energi, kesehatan jangka panjang, dan teknologi yang lebih manusiawi. Meski tidak semua inovasi siap digunakan, arah industrinya semakin jelas.

DPRD Bali Keluarkan Rekomendasi Tegas Lindungi Subak Jatiluwih dari Ancaman Pencabutan Status UNESCO

Shares: