DENPASAR – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan bayi dan balita. Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang berperan penting dalam mendukung pembangunan berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Posyandu Kini Layani Enam Bidang SPM
Ny. Putri Koster menjelaskan, transformasi Posyandu memperluas cakupan pelayanan hingga meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadikan Posyandu sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari tingkat keluarga hingga desa.
“Posyandu saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas. Karena itu, kader harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks,” ujarnya.
Kader Posyandu Harus Jadi Edukator dan Penggerak Masyarakat
Ny. Putri Koster menekankan bahwa kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kader juga harus mampu menjadi edukator, motivator, dan fasilitator dalam berbagai aspek pembangunan masyarakat.
Peran tersebut mencakup edukasi pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kesadaran gizi keluarga, pelestarian lingkungan, dukungan terhadap pendidikan anak, hingga penguatan kepedulian sosial di masyarakat.
Selain itu, kader Posyandu diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.
“Kader Posyandu memiliki posisi yang sangat strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari,” katanya.
Posyandu Jadi Pilar Pembangunan dari Tingkat Keluarga
Menurut Ny. Putri Koster, pembangunan yang berkualitas selalu dimulai dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik.
Karena itu, keberadaan kader Posyandu menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong.
“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial,” tegasnya.
Ia berharap Posyandu dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Bali yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Peserta Diminta Serius Mengikuti Pelatihan
Mengakhiri arahannya, Ny. Putri Koster mengajak seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan serta bertukar pengalaman.
Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara nyata di wilayah masing-masing sehingga Posyandu mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Diikuti 133 Kader Posyandu dari Tabanan
Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, menjelaskan bahwa Bimtek Bina Posyandu Angkatan IX merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kapasitas kader untuk mengimplementasikan transformasi Posyandu berbasis enam bidang SPM.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan materi terkait kebijakan terbaru, penguatan kelembagaan dan tata kelola Posyandu, serta peningkatan kompetensi pelayanan masyarakat secara komprehensif.
“Kader Posyandu diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar sekaligus mitra pemerintah desa dalam mendukung berbagai program pembangunan,” ujarnya.
Komang Sriani juga melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 133 kader Posyandu dari Kabupaten Tabanan. Turut hadir Ketua TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, bersama jajaran pengurus dan pendamping kader Posyandu.
Perkuat Pelayanan Dasar dan Kesejahteraan Masyarakat
Pelaksanaan Bimtek Bina Posyandu Angkatan IX menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat peran TP Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang modern, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Melalui peningkatan kapasitas kader, Posyandu diharapkan mampu mendukung pelayanan dasar yang lebih berkualitas sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan.



















