Penguatan Peran Posyandu di Bali Terus Digenjot
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi kader dalam menjalankan fungsi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan ke-3 Tahun 2026 di Denpasar. Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis tidak hanya dalam pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah desa.
Kader Posyandu Harus Aktif dan Responsif
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menekankan bahwa kader Posyandu harus mampu menjalankan tugas secara komprehensif, mulai dari pelayanan hingga pencatatan dan pelaporan kebutuhan masyarakat. “Posyandu tidak hanya melayani, tetapi juga mencatat serta menyampaikan aspirasi masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dengan pemahaman yang kuat, kader diharapkan mampu memberikan pelayanan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Antusiasme Peserta Jadi Cerminan Komitmen Daerah
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Gianyar yang mengirimkan 112 peserta secara lengkap bersama jajaran TP Posyandu setempat. Partisipasi tinggi tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di tingkat desa.
Program Bina Posyandu 2026 Diperluas
Program Bina Posyandu akan terus diperkuat secara berkelanjutan. Pada tahun 2026, direncanakan sebanyak 18 kali kegiatan pelatihan, dengan peluang peningkatan melalui perubahan anggaran. Sementara pada 2027, program ini akan tetap dilanjutkan untuk memastikan seluruh kader benar-benar siap menjalankan tugas di lapangan.
Materi pelatihan mencakup penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, termasuk strategi implementasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Dorong Budaya Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan
Selain peningkatan kapasitas kader, Ny. Putri Koster juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah lomba kebersihan tingkat sekolah serta pemanfaatan “kul-kul” sebagai sarana komunikasi masyarakat.
Warga didorong untuk meluangkan waktu minimal dua jam setiap bulan guna melakukan kegiatan kebersihan bersama, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
Posyandu Diharapkan Semakin Responsif dan Berkualitas
Dengan penguatan kapasitas kader dan dukungan program berkelanjutan, Posyandu di Bali diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, menyeluruh, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Koster dan Menteri Imipas Teken MoU Imigrasi, Perkuat Pengawasan WNA di Bali



















