Produk Warga Binaan Rutan Klungkung Tampil di World Congress on Probation and Parole

Delegasi internasional saat mengagumi karya lukisan Kamasan buatan warga binaan Rutan Klungkung di ajang World Congress on Probation and Parole 2026.

NUSA DUA, InsertBali — Karya warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Klungkung berhasil menembus panggung internasional. Prestasi ini diraih melalui partisipasi aktif dalam ajang bergengsi World Congress on Probation and Parole yang digelar pada 14 hingga 17 April 2026. Kegiatan berskala global ini berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Forum internasional ini diikuti oleh delegasi dari 37 negara di seluruh dunia. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu pertemuan pemasyarakatan paling berpengaruh di tingkat global tahun ini. Kehadiran delegasi lintas negara ini memberikan peluang besar bagi promosi program pembinaan yang dilakukan di Indonesia kepada dunia luar.

Lebih dari sekadar konferensi internasional, forum ini menjadi etalase dunia bagi inovasi sistem pemasyarakatan modern. Salah satu agenda utamanya adalah pameran karya kreatif warga binaan dari berbagai negara. Dalam kesempatan tersebut, Rutan Klungkung menampilkan lukisan khas Kamasan serta berbagai produk kreatif lainnya yang berhasil menarik perhatian para delegasi internasional.

Kehadiran karya tersebut menegaskan bahwa pembinaan di Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek rehabilitasi semata. Melalui program yang terukur, rutan mampu melahirkan produk bernilai budaya tinggi yang siap bersaing di pasar global. Lukisan Kamasan yang dipamerkan menjadi bukti kuat bertahannya identitas seni Klungkung di balik jeruji besi.

Kepala Rutan Klungkung, Alviantino Riski Satrio, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para warga binaan. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bukti nyata bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi. Produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.

Alviantino menegaskan bahwa kualitas produk ini merupakan buah dari hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Pihak rutan terus berkomitmen memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengasah bakat seni mereka. Dengan demikian, mereka memiliki bekal keterampilan yang mumpuni saat kembali ke masyarakat nantinya.

Transformasi Pemasyarakatan Menuju Standar Dunia

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, memberikan apresiasi serupa. Beliau menegaskan bahwa partisipasi dalam forum internasional ini mencerminkan transformasi pemasyarakatan Indonesia. Program pembinaan saat ini telah diarahkan untuk memenuhi standar global yang lebih modern dan humanis.

Produk warga binaan dipandang bukan hanya sebagai simbol kreativitas individu. Karya-karya tersebut merupakan representasi dari keberhasilan reintegrasi sosial serta kontribusi nyata dalam ekonomi kreatif dunia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.

Dengan keterlibatan 37 negara dalam forum ini, Rutan Klungkung bersama jajaran pemasyarakatan Bali memperkuat langkah strategis di masa depan. Upaya memperluas jejaring internasional dan memperkuat diplomasi pemasyarakatan terus dilakukan secara intensif. Langkah ini diharapkan dapat membawa karya warga binaan Indonesia ke panggung dunia secara berkelanjutan dan profesional.

Shares: