Karangasem, Bali — Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mendampingi Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (6/4/2026).
Proyek Sekolah Rakyat Bernilai Rp255,5 Miliar
Pembangunan Sekolah Rakyat ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp255,5 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026. Proyek strategis ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pendidikan berasrama dengan kualitas bangunan yang kokoh sekaligus memenuhi aspek fungsi dan estetika.
Muhammad Qodari menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik. Tetapi juga harus memperhatikan kualitas secara menyeluruh agar bangunan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pemerintah Pastikan Proyek Tepat Sasaran
Dalam kunjungannya, Qodari menjelaskan bahwa peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai rencana. Ia juga menyoroti sejumlah isu penting, seperti perbedaan kategori desil ekonomi masyarakat serta tata kelola Sekolah Rakyat ke depan.
Berbagai masukan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Provinsi Bali, termasuk tantangan penerapan sistem pendidikan berasrama. Akan disampaikan ke pemerintah pusat untuk dicarikan solusi terbaik. Salah satu tantangan yang muncul adalah masih adanya keraguan dari orang tua untuk melepas anaknya tinggal di asrama.
Lokasi Strategis dan Dukung Peningkatan SDM
Kepala Staf Kepresidenan menilai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem sangat strategis karena berada di kawasan yang berkembang dan mudah diakses. Ia berharap keberadaan sekolah ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini juga akan didukung oleh tenaga pengajar yang telah melalui proses seleksi ketat, sehingga kualitas pendidikan yang diberikan dapat bersaing dan merata.
Wagub Bali: Program Sangat Dibutuhkan Masyarakat
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan. terutama bagi masyarakat miskin dan sangat miskin di Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem.
Menurutnya, fasilitas yang disiapkan dalam program ini sudah sangat memadai, termasuk dukungan teknologi seperti laptop dan akses internet. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan siswa agar program ini dapat berjalan optimal. Program ini juga dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Warga Lokal Didorong Terlibat
Dalam kesempatan tersebut, aspirasi masyarakat Desa Tulamben juga turut disampaikan, salah satunya terkait peluang kerja bagi warga lokal di lingkungan Sekolah Rakyat. Pemerintah membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat sebagai tenaga pendidik, administrasi, hingga tenaga pendukung lainnya, selama memenuhi persyaratan.
Progres Pembangunan Capai 19,41 Persen
Sementara itu, laporan dari Kementerian PUPR menyebutkan bahwa hingga awal April 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem telah mencapai 19,41 persen.
Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang. Mulai dari gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah guru, hingga fasilitas umum seperti tempat ibadah, gedung serbaguna, dan area pendukung lainnya.
Dorong Pemerataan Akses Pendidikan di Bali
Pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu di Bali. Dengan konsep pendidikan berasrama dan fasilitas lengkap, program ini diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.
Wayan Koster Tegaskan Bali Satu-satunya Destinasi Wisata Kelas Dunia di Indonesia



















