Dies Natalis ke-44 Unmas Denpasar, Wamen Fauzan Dorong Kampus Berdampak bagi Pembangunan

Perguruan Tinggi Punya Peran Strategis bagi Kemajuan Bangsa

Peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan bangsa dinilai semakin krusial melalui penguatan ekosistem riset dan pengabdian kepada masyarakat. Data nasional dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menunjukkan saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di sekitar 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Bali mencapai 40,69%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 32,89%.

Hal tersebut menunjukkan potensi besar pendidikan tinggi di Bali untuk berkontribusi lebih luas terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Wamen Fauzan Hadiri Dies Natalis ke-44 Unmas Denpasar

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan saat menghadiri Dies Natalis ke-44 Universitas Mahasaraswati Denpasar di Denpasar, Minggu (8/3/2026).

Peringatan dies natalis kali ini mengusung tema “Impactful Teaching University”, yang menekankan pentingnya perguruan tinggi memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Wamen Fauzan, perguruan tinggi perlu melakukan transformasi tata kelola tridarma perguruan tinggi agar kontribusinya lebih terasa bagi pembangunan.

“Perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan atau publikasi ilmiah. Tridarma perguruan tinggi harus saling terhubung agar dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan,” ujarnya.

Konsep Kampus Berdampak untuk Masyarakat

Dalam paparannya, Wamen Fauzan menekankan bahwa kebijakan transformasi pendidikan tinggi saat ini mendorong konsep kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang mampu menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

Pendekatan ini diharapkan membuat kampus menjadi solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah maupun nasional.Wamen Fauzan juga mengingatkan pesan Prabowo Subianto bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan.

Menurutnya, kampus hebat bukan hanya kampus yang menerima mahasiswa unggul sejak awal, tetapi kampus yang mampu mengubah mahasiswa biasa menjadi lulusan yang luar biasa.“Hanya dengan pendidikan yang bermutu, bangsa Indonesia akan bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Perguruan Tinggi Siapkan Bonus Demografi

Wamen Fauzan juga memaparkan kondisi demografi Indonesia yang saat ini didominasi oleh usia produktif.

Pada tahun 2025, sekitar 68,95% penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Artinya, mahasiswa yang saat ini berada di bangku kuliah akan menjadi generasi yang menentukan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Usulan Konsorsium Perguruan Tinggi di Bali

Untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, Wamen Fauzan mengusulkan pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Bali.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kampus dapat bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan strategis, seperti:

  • Pengelolaan sampah

  • Perlindungan lingkungan

  • Pembangunan sosial

  • Pengembangan ekonomi daerah

“Harus ada kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat,” tegasnya.

Komitmen Unmas Tingkatkan Kualitas Akademik

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa menyampaikan bahwa tema Dies Natalis ke-44 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi.

Unmas juga telah melakukan penguatan kepemimpinan di beberapa bidang strategis, antara lain:

  • Pengembangan profesor

  • Teknologi informasi

  • Hukum dan kemasyarakatan

“Unmas memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Kampus Diharapkan Jadi Motor Kemajuan Bangsa

Tema “Impactful Teaching University” dalam Dies Natalis ke-44 Unmas dinilai sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi nasional. Yang menempatkan kampus sebagai institusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui penguatan kualitas pembelajaran, riset yang solutif, serta pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa. Sekaligus melahirkan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Reses di Buleleng, Harja Astawa Soroti Pembalakan Liar dan Dorong Desa Adat Dukung Program MBG

Shares: