Jalankan Arahan Presiden RI, Gubernur Koster Pimpin Rakor Forkopimda se-Bali Perkuat Penanganan Sampah dan Tata Kelola Pariwisata

Denpasar, Insert Bali – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wiswasabha, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (19/2/2026).

Rakor Forkopimda se-Bali ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dalam penanganan sampah, penguatan tata kelola pariwisata Bali, serta memastikan pembangunan berkelanjutan berbasis visi Bali Era Baru.

Arahan Presiden RI: Bali Harus Dijaga sebagai Destinasi Wisata Dunia

Dalam rapat tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa Presiden RI memberikan perhatian khusus kepada Bali sebagai destinasi wisata dunia. Permasalahan yang dapat memengaruhi citra pariwisata Bali, terutama persoalan sampah, harus ditangani secara serius dan terpadu.

Menurutnya, kebersihan pantai Bali menjadi sorotan utama, khususnya saat terjadi peningkatan volume sampah kiriman akibat arus laut pada musim tertentu.

Salah satu contoh yang disoroti adalah Pantai Kuta di Kabupaten Badung yang kerap mengalami lonjakan sampah pada periode Desember hingga Januari.

Penguatan Penanganan Sampah di Sungai, Laut, dan Pantai

Gubernur Koster menegaskan bahwa penanganan sampah tidak hanya difokuskan pada pantai, tetapi juga mencakup daratan, sungai, dan danau. Upaya ini harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Melalui program strategis Gerakan Bali Bersih Sampah di Sungai, Laut, dan Pantai se-Bali, yang akan dicanangkan pada 1 Maret 2026, Pemprov Bali menggandeng:

  • Pemerintah kabupaten/kota

  • TNI dan Polri

  • Desa adat

  • Komunitas lingkungan

  • Masyarakat luas

Program ini bertujuan untuk:

  • Menjaga ekosistem laut Bali

  • Melindungi keindahan pantai

  • Meningkatkan citra pariwisata Bali

  • Mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan

Tata Kelola Pariwisata dan Penataan Wilayah Bali

Selain isu sampah, Rakor Forkopimda se-Bali juga membahas sejumlah isu strategis lainnya, antara lain:

  • Penertiban spanduk dan reklame ilegal

  • Penataan kabel listrik dan telekomunikasi

  • Pengendalian kemacetan lalu lintas

  • Penguatan keamanan dan ketertiban

  • Pengendalian alih fungsi lahan produktif

Langkah ini diambil untuk menjaga estetika wilayah, kualitas lingkungan, serta daya saing pariwisata Bali di tingkat global.

Pertumbuhan Ekonomi Bali Tetap Positif

Berdasarkan data indikator makro pembangunan, Bali menunjukkan capaian yang menggembirakan, antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,82 persen

  • Tingkat kemiskinan: 3,42 persen

  • Tingkat pengangguran terbuka: 1,45 persen (termasuk terendah nasional)

Meski demikian, Gubernur menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali harus selaras dengan penguatan tata kelola lingkungan, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.

Komitmen Bersama Mewujudkan Bali Bersih dan Berdaya Saing Global

Melalui Rakor Forkopimda se-Bali ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi program strategis.

Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, Polri, desa adat, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga Bali tetap:

  • Bersih

  • Tertib

  • Aman

  • Nyaman

  • Berkelanjutan

Langkah konkret ini menjadi bagian penting dalam menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia sekaligus memastikan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Kawal Arahan Presiden RI, Bupati Klungkung I Made Satria Siap Implementasikan Lima Poin Strategis Hasil Rakor Forkopimda se-Bali

Shares: