Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali secara resmi menegaskan bahwa pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada tahun 2026 tidak mengalami perubahan jadwal. Keputusan ini sekaligus menjawab polemik yang sempat berkembang di tengah masyarakat terkait wacana penggeseran waktu pelaksanaan Nyepi. Penegasan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pasamuhan PHDI Bali pada 9 Januari 2026, yang menolak usulan pelaksanaan Nyepi bersamaan dengan hari Tilem Kesanga.
Tawur Agung Kesanga Tetap Dilaksanakan Saat Tilem Kesanga
PHDI Bali memastikan bahwa Tawur Agung Kesanga tetap dilaksanakan pada hari Tilem Kesanga, sebagaimana tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ritual ini memiliki makna penting dalam ajaran Hindu Bali, yaitu menjaga keseimbangan antara bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (manusia). Upacara Tawur Agung Kesanga menjadi rangkaian sakral sebelum memasuki Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi.
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret
Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Penanggal Pisan bulan Kedasa, atau secara kalender Masehi bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026.
Pada hari suci Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu:
Amati Geni (tidak menyalakan api),
Amati Karya (tidak bekerja),
Amati Lelungan (tidak bepergian),
Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
Nyepi tetap dimaknai sebagai simbol pergantian Tahun Baru Saka, bukan sekadar hari libur, melainkan momentum refleksi dan penyucian diri.
PHDI Bali Tolak Wacana Pergeseran Nyepi
Dalam pasamuhan resmi pada 9 Januari 2026, PHDI Bali secara tegas menolak wacana penggeseran waktu Nyepi ke hari Tilem Kesanga. Keputusan ini diambil demi menjaga konsistensi sastra, dresta (tradisi), serta tatanan kalender Hindu Bali. PHDI menilai bahwa perubahan jadwal Nyepi berpotensi menimbulkan kebingungan serta mengganggu keselarasan sistem penanggalan yang telah berlaku selama ini.
Kesanga Fest 2026 Meriahkan Denpasar
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan menjelang Nyepi, Kesanga Fest 2026 akan kembali digelar di Kota Denpasar. Tahun ini, festival tersebut mengusung kriteria dan konsep baru dengan tema “Memuliakan Air”, yang menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan dan keseimbangan alam. Kesanga Fest diharapkan menjadi ruang edukasi, seni, dan budaya yang tetap selaras dengan nilai-nilai spiritual Hari Raya Nyepi.
Pemkab Klungkung Studi Tiru Digitalisasi Retribusi Pariwisata ke DKI Jakarta



















