Gubernur Bali Wayan Koster Buka Pasamuhan Agung SKHDN 2025, Tegaskan Keberpihakan Pemerintah kepada Sulinggih

DENPASAR —  Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat Tahun 2025. Forum ini menjadi wadah strategis para sulinggih untuk membahas arah kehidupan keumatan Hindu serta penguatan kebudayaan Bali yang berlandaskan ajaran agama dan kearifan lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri para sulinggih se-Bali dan Nusantara, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, perwakilan DPRD Provinsi Bali, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi dan Kabupaten/Kota, para bendesa adat, serta perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali.

Peran Sulinggih Sangat Mulia bagi Bali

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaannya dapat hadir di tengah para sulinggih. Ia menegaskan bahwa sulinggih memiliki peran yang sangat mulia karena setiap hari secara niskala mendoakan keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan Bali beserta seluruh isinya. “Dedikasi para sulinggih sungguh luar biasa. Mereka tanpa lelah mendoakan Bali agar tetap selamat, sejahtera, dan bahagia,” ujar Wayan Koster.

Komitmen Pemerintah Berpihak kepada Sulinggih

Gubernur Bali menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen merumuskan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada sulinggih. Menurutnya, selama ini perhatian pemerintah masih belum maksimal, padahal sulinggih memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sekala dan niskala Bali.

Pelayanan Kesehatan Prioritas

Salah satu kebijakan yang akan diperkuat adalah pelayanan kesehatan. Gubernur meminta agar sulinggih yang membutuhkan layanan medis mendapat pelayanan cepat, terhormat, dan tanpa antre. “Jika sulinggih datang ke rumah sakit, harus langsung ditangani dan diberikan layanan prima,” tegasnya.

Dukungan Pendidikan Keluarga Sulinggih

Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Bali juga akan memberikan perhatian khusus. Apabila terdapat cucu sulinggih yang kurang mampu, pemerintah akan mengupayakan bantuan pendidikan hingga jenjang sarjana melalui APBD.

Sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Seluruh kebijakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu membangun kehidupan Krama Bali yang bahagia secara sekala dan niskala. Gubernur menekankan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga spiritual sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ia menjelaskan bahwa konsep-konsep kearifan lokal seperti Atma Kerthi, Jana Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Segara Kerthi, dan Jagat Kerthi telah lama dijalankan masyarakat Bali sebagai warisan leluhur.

Dorongan Penataan Kalender Bali dan Nyepi

Gubernur Bali juga mendorong Pasamuhan Agung SKHDN 2025 untuk membahas isu strategis, termasuk penataan kalender Bali (Tika) serta pelaksanaan rangkaian Hari Raya Nyepi agar kembali berpijak pada lontar dan sastra suci warisan leluhur. “Jika sudah menjadi keputusan para sulinggih, pemerintah akan mendukung sepenuhnya,” ungkapnya.

Harapan untuk Bali 100 Tahun ke Depan

Menutup sambutannya, Gubernur Bali memohon doa dan tuntunan para sulinggih agar seluruh kebijakan dan pembangunan Bali berjalan pada jalan dharma. “Mohon doa agar tatanan Bali menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga keharmonisan Bali hingga 100 tahun ke depan,” pungkasnya.

Jelang Tahun Baru 2026, Otoritas Gabungan Gencar Tertibkan Ojek Liar dan Ojol Fiktif di Kuta Bali

Shares: