Hasil Karya Warga Binaan Rutan Gianyar Jadi Sumber Penghasilan, Dipamerkan hingga Dipesan Masyarakat

Hasil Karya Warga Binaan Rutan Gianyar Jadi Sumber Penghasilan, Dipamerkan hingga Dipesan Masyarakat

GIANYAR, InsertBali Kreativitas warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gianyar terus berkembang. Perkembangan melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Beragam kerajinan tangan hasil karya mereka kini tidak hanya dipamerkan. Karya juga berhasil menghasilkan pendapatan melalui penjualan kepada masyarakat.

Pembina Kemandirian Rutan Gianyar, Putu Juliarta, memberikan keterangannya. Ia mengatakan warga binaan memanfaatkan bahan sederhana seperti koran bekas. Bahan diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Hasilnya berupa dekorasi dan hiasan pajangan, tempat tisu, pajangan Barong dan Datu. Serta sokasi, bokoran, hingga asbak dengan tampilan yang menarik.

Menurut Juliarta, saat ini sekitar 10 warga binaan terlibat aktif. Mereka aktif dalam kegiatan kerajinan tersebut. Mereka mengikuti proses produksi secara sukarela sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Selain menjadi sarana mengisi waktu secara produktif, kegiatan ini juga memberikan bekal keterampilan. Keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Proses pembuatan setiap produk dilakukan secara bertahap.

Koran bekas dirangkai menjadi bentuk yang diinginkan. Kemudian dijemur hingga kering sebelum memasuki tahap finishing. Tahap dengan pelapisan pernis agar lebih kuat dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

“Untuk satu produk biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu hingga selesai. Mulai dari proses merakit, menjemur sampai dipernis,” ujar Juliarta.

Tantangan Pemasaran Dan Harga Terjangkau Bagi Kolektor

Meski kualitas produk terus meningkat, tantangan terbesar yang dihadapi adalah pemasaran. Selama ini hasil kerajinan lebih banyak diperkenalkan melalui pameran atau kegiatan tertentu. Penjualan secara rutin masih terbatas sehingga produksi biasanya dilakukan setelah ada pesanan dari konsumen.

Harga produk yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp300 ribu tergantung jenis, ukuran, dan tingkat kesulitan pembuatannya. Beberapa produk kerajinan bernilai tinggi bahkan menjadi incaran kolektor. Serta masyarakat yang mencari hiasan unik berbahan daur ulang.

Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Gianyar berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan. Tetapi juga memperoleh keterampilan dan pengalaman berwirausaha.

Dengan demikian, mereka memiliki bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. Kembali sebagai pribadi yang lebih mandiri dan produktif.

Shares: