Pukau Panggung PKB , Gong Kebyar Dewasa Duta Bangli Tampil Memikat di Art Center

Penampilan memukau sekaa gong kebyar dewasa duta Kabupaten Bangli dari Desa Adat Songan Kintamani saat menabuh gamelan di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center Denpasar.

DENPASAR, InsertBali Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, menjadi saksi bisu kemegahan seni budaya. Pentas ini bergemuruh dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XLVIII tahun 2026 pada Rabu (1/7/2026) malam.

Duta Kabupaten Bangli sukses memukau ribuan pasang mata yang hadir. Mereka tampil lewat performa yang penuh ritme serta karisma yang kuat dalam Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa. Pada ajang bergengsi ini, Kabupaten Bangli diwakili oleh Sekaa Gong Tirta Nirmala Hulundanu Batur. Kelompok seni ini berasal dari Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani.

Sejumlah tokoh penting hadir langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada para seniman daerah. Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, tampak hadir mendampingi Ny. Suciati Diar di tribun kehormatan.

Kemeriahan malam itu juga disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama jajaran undangan penting lainnya. Lautan penonton pecinta seni juga tampak memadati tribun panggung terbuka sejak sore hari.

Dalam parade bergengsi skala daerah ini, Duta Kabupaten Bangli mendapatkan kesempatan emas. Mereka tampil berdampingan secara atraktif di atas panggung bersama duta dari Kota Denpasar. Kota Denpasar sendiri diwakili oleh Sanggar Seni Semara Budaya. Sanggar ini berasal dari Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur. Kedua tim seni ini menyajikan pertunjukan yang memanjakan mata para pencinta seni gamelan.

Sajian Tiga Materi Garapan Seni Sarat Filosofi Segara Danu

Malam itu, Sekaa Gong Tirta Nirmala Hulundanu Batur menyuguhkan penampilan yang sangat luar biasa. Mereka membawakan tiga materi garapan seni yang sarat akan makna filosofis mendalam serta kekuatan teknik tingkat tinggi.

Garapan pertama yang disajikan adalah Tabuh Lima Lelambatan Kreasi “Segara Danu”. Komposisi musik tradisional ini menggambarkan keharmonisan, keagungan, dan kesucian dari pertemuan dua sumber air suci di Pulau Dewata.

Materi kedua yang ditampilkan oleh duta Bangli adalah Tari Kreasi “Ratu Kebaksan”. Tarian ini dibawakan oleh para penari dengan penuh estetika, kelincahan, serta ekspresi wajah yang sangat kuat. Karya ini sekaligus memperlihatkan kekayaan koreografi khas yang tumbuh di Kabupaten Bangli.

Sebagai pamungkas, mereka menyajikan Fragmentari “Merujag Lalang”. Penampilan teatrikal ini dibawakan dengan penjiwaan mendalam yang berhasil membawa penonton larut dalam alur cerita.

Apresiasi Wakil Bupati Bangli Terhadap Pelestarian Warisan Luhur

Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, menyatakan rasa bangga yang mendalam atas capaian malam itu. Ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan penampilan luar biasa dari para seniman muda asal Kintamani. Menurut pandangannya, karya yang ditampilkan bukan sekadar sarana hiburan malam biasa. Pementasan tersebut merupakan cerminan nyata dari upaya pelestarian budaya yang hidup subur di tengah masyarakat Bangli.

“Penampilan malam ini sangat luar biasa. Sekaa Gong Tirta Nirmala Hulundanu Batur telah mengharumkan nama Kabupaten Bangli di panggung PKB ke-XLVIII ini. Semangat, kedisiplinan, dan taksu yang mereka pancarkan di panggung adalah bukti nyata bahwa generasi muda kita sangat mencintai dan menjaga warisan leluhur,” ujar Wayan Diar bangga.

Parade seni yang menguras emosi dan kekaguman malam itu pun ditutup dengan sangat meriah. Riuh tepuk tangan dari ribuan penonton menggema panjang di Panggung Ardha Candra. Gemuruh tersebut menjadi tanda kesuksesan besar bagi kedua duta daerah. Mereka dinilai berhasil dalam mempertahankan marwah serta eksistensi seni Gong Kebyar di Bali.

Shares: